Sumber Eurasian Network
ISAK adalah upaya yang dilakukan untuk mengetahui secara mendalam tentang keadaan alam dan keadaan sosial (masyarakat) di suatu tempat, baik kampus, desa ataupun kota. Penyelidikan sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kerja massa di manapun. ISAK Bukan hanya pekerjaan untuk memenuhi tugas belajar, bukan pula pekerjaan proyek yang orientasinya lebih pada keuntungan jangka pendek khususnya finansial. ISAK merupakan sebuah upaya yang sungguh-sungguh dan serius untuk meneliti keadaan kampus dan keadaan masyarakat kampus, sehingga kita dapat memahami dan mengerti tentang persoalan-persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa, sebab-sebabnya dan perjuangan apa yang mesti dilancarkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
ISAK adalah nadi dari kerja massa yang akan dilakukan,  tampa ISAK kita tidak mampu mengetahui secera objektif tentang kenyataan yang berlaku. Artinya, ISAK adalah bagian tidak terpisahkan dari kerja massa lainnya, yang menjadi sandaran utuk melakukan kerja-kerja lainnya. Investigasi sosial dan Analisa Klas bukan semata-mata untuk mengetahui tentang suatu keadaan sehingga mampu menerangkan situasi konkret yang ada, tapi lebih penting dari itu, yaitu untuk merubah keadaan atau situasi tersebut menjadi lebih baik. Tampa melakukan ISAK, kita hanya akan menjadi orang-orang yang penuh dengan omong kosong.
Arti Penting dan Prinsip ISAK dalam Kerja Massa
Investigasi sosial adalah menyelidiki keadaan masyarakat. Sedangkan Analisis klas adalah alat yang tepat untuk menyelidiki keadaan masyarakat. Investigasi sosial secara rakyat, klas-klas yang menyusun masyarakat dibedakan dan dipelajari dalam hubungannya dengan ekonomi, politik dan kebudayaan. Sasaran studi dan analisis kita adalah keadaan masyarakat secara keseluruhan dan khususnya keadaan massa dimana kita bekerja, sebab mereka adalah sumber data dan informasi yang kongkret keadaan mereka adalah obyek khusus dari studi dan analisis kita. Di sini kita menerapkan prinsip, “analisis kongkret atas situasi kongkret.”
Dengan ISAK kita dapat memahami klas yang kongkret dalam masyarakat, keadaan klas-klas, dan hubungan antara satu klas dengan klas lainnya. Sehingga kita dapat meletakkan orientasi yang benar dalam pekerjaan massa kita. Kita juga dapat menentukan bentuk dan metode propaganda, pengorganisasian, dan mobilisasi massa yang tepat. Tanpa ISAK yang menyeluruh, seksama dan tepat kerja massa tidak akan efektif. Juga tanpa ISAK kita tidak akan dapat memastikan kebenaran taktik dan tujuan dari gerakan massa. Prinsip penting selanjutnya, “Tidak ada hak bicara tanpa investigasi”. Kita harus menjalankan dan menerapkan kerja massa dengan menjadikan ungkapan tersebut sebagai acuan.
Bagaimanapun, ISAK yang menyeluruh dan mendalam tidak mungkin dijalankan dalam satu hari. Ini merupakan kerja yang terus menerus dan kerja serial yang panjang. Karena itu kita harus menjalankan pekerjaan ISAK dalam setiap tingkatan gerakan massa dan berdasarkan pada kebutuhan untuk membangkitkan, mengorganisasikan, dan menggerakkan massa dalam setiap tingkatannya.
Contohnya, kita membutuhkan data-data temuan Investigasi untuk memperdalam analisa klas yang akan kita lakukan. Siapa saja di kampus yang bisa kita kategorikan sebagai klas reaksioner yang menghambat perjuangan massa di kampus, siapa klas menengah yang punya potensi untuk mendukung langkah perjuangan yang akan kita lakukan, dan siapa kekuatan pokok yang akan menjadi kekuatan inti perjuangan massa di kampus. Selain itu data temuan kita di usahakan diperdalam terus menerus agar kita mampu mendapatkan kedalaman menentukan taktik dalam teritori pekerjaan kita. Sehingga penguasaan teritori wilayah kerja akan kita peroleh.
Menentukan Dasar Wilayah ISAK
Menentukan wilayah penting diperhatikan dalam menjalankan ISAK. Ketepatan menentukan wilayah memungkinkan kita merumuskan planning dengan metode, target dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kerja massa. Wilayah ISAK bagi pemuda mahasiswa adalah kampus dan daerah di sekitar kampus yang berdekatan dengan areal kampus. Karena di dua wilayah ini terdapat klas-klas yang punya kepentingan terhadap proses sosial didalam kampus. Disamping mahasiswa, terdapat juga dosen, karyawan, cleaning service, pedagang kantin, pemilik kost, keamanan di sekitar kampus, dll.
Dari mulai menentukan dasar wilayah dengan cakupan luas, sampai lebih khusus. Mulai dari kampus dan sekitar kampus, sampai ke fakultas, jurusan, dan tempat konsentrasi massa. Disesuaikan dengan tahap kebutuhan menjalankan ISAK. Semisal akan melakukan pengorganisasian di satu kampus, langkah pertama menentukan wilayah ISAK di kampus terlebih dahulu, disarankan fakultas/jurusan/prodi/ yang wilayahnya srategis karena berada di tengah-tengah fakultas lainnya atau berada di pinggiran teritori kampus yang berdekatan dengan fakultas lainnya. Menjalankan ISAK di wilayah ini, menemukan problem-problem massa, komposisi klas didalamnya dan potensi pengorganisasian yang bisa dikerjakan. Kedua baru melanjutkan ISAK ke fakulas lain yang berdekatan dengan fakultas sasaran sebelumnya. Sehingga secara bertahap kita bisa melakukan ISAK di seluruh kampus. Prinsipnya dikerjakan secara bertahap, dan terus disimpulkan pekerjaan ISAK nya secara continue.
Hal-hal yang Penting untuk di ISAK
Setelah kita memahami apa itu investigasi sosial, mengapa penting dilakukan dan beberapa prinsip penting di dalamnya maka berikut ini akan diuraikan hal-hal apa saja yang penting untuk dicari dalam sebuah proses investigasi sosial. Secara pokok, yang penting untuk dicari ada dua hal yaitu keadaan kampus dan keadaan mahasiswa.
Keadaan kampus.
Yang dimaksud dengan keadaan kampus adalah segala sesuatu yang bersangkut paut dengan kondisi di Kampus tersebut terutama kaitannya dengan kegiatan Belajar yang dilakukan oleh Mahasiswa. Termasuk di dalamnya adalah  :
  1. Letak geografis Kampus.Yang perlu diketahui berkaitan dengan letak geografis Kampus diantaranya adalah apakah lokasinya jauh dari pusat kota, kampusnya berdekatan dengan apa, di sekitar kampus terdapat berapa fasilitas penujang mahasiswa (warung, kos-kos-an/kontrakan/asrama, rental computer, internet, Foto Copy, toko/kios, dll), apakah ada Kampus lain di sekitarnya yang berbatasan dan lain-lain. Demikian juga perlu diketahui fasilitas apa saja yang ada di Kampus, seperti poliklinik, perpustakaan, laboratorium, kantin, gedung perkuliahan, parkir kendaraan, dan lapangan olah raga.
  2. Karakter Kampus. Yang perlu dicari tahu adalah tentang label kampus apakah keagamaan, teknik, ilmu umum, dll. Hal ini dilakukan berkaitan dengan sikap apa yang pertama-tama akan diambil dalam melakukan pengorganisasian, prinsip di kita bagaimana kita diterima oleh Massa.
  3. Berapa fakultas dan jurusan. Yang perlu diketahui lebih lanjut adalah ada fakultas apa saja dan ada jurusan apa saja dikampus tersebut. Mana jurusan yang paling diminati mahasiswa. Mana jurusan yang mempunyai pengaruh politik dikampus tersebut terhadap mahasiswa. Hal ini diperlukan untuk menentukan jurusan mana yang akan mulai kita organisir.
Keadaan Mahasiswa.
Yang dimaksud dengan keadaan Mahasiswa adalah hal-hal yang berkaitan dengan dinamika mahasiswa ketika menanggapi suatu persoalan, baik itu berupa isu-isu sosial, ekonomi maupun politik, hal ini dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan umum dari kampus yang akan diorganisir. Misal di Kampus A dinamika mahasiswa untuk berorganisasi sangat tinggi ketika menyikapi masalah-masalah politik negara sedang keadaan kampusnya diterlantarkan, kesimpulan awal yang dapat kita tarik adalah bahwa mahasiswa di kampus A tersebut senang berorganisasi tapi pemahaman organisasinya masih minim dan terlalu umum, tidak memaknai bahwa ormas untuk memperjuangkan persoalan kongkrit massa. Beberapa hal yang perlu diketahui adalah :
  1. Populasi Mahasiswa. Yang perlu dicari adalah jumlah mahasiswa tiap fakultas, jurusan dan tiap kelas, berapa  jumlah mahasiswa laki-laki dan perempuan tiap angkatan.
  2. Kondisi Birokrasi. Yang dimaksud dengan kondisi birokrasi adalah kekuatan siapa yang paling berkuasa secara politik di kampus selain rektor, apakah guru besar, apakah ketua yayasan; apa latar belakang organisasi pemegang Birokrasi. Lalu bagaimana pandangan Birokrasi terhadap Organisasi Mahasiswa.
  3. Isu-Isu Yang Sering Muncul. Penting juga diketahui adalah isu-isu kontemporer yang sering menjadi pembicaraan disetiap benak mahasiswa; apakah permainan bola, film dan sebagainya. Kadang kala kita akan menemukan bahwa di kampus-kampus lain rame dibicarakan tentang pertandingan sepak bola dunia, ternyata kita menemukan satu kampus ramai dengan pemilihan dekan. Hal ini perlu diketahui agar kita mampu mengkombinasikan antara propaganda organisasi dan pandangan umum massa.
  4. Konsentrasi Mahasiswa. Sebagai golongan kelas menengah, golongan borjuasi kecil (petty Borjuasi) dalam keadaan normal mereka lebih banyak waktu luangnya, kecuali kondisi-kondisi khusus seperti ujian maka secara umum mereka berada ditempat tinggalnya meskipun untuk sekedar main kartu Domino. Disaat keadaan normal belajar maka golongan borjuasi kecil ini sering nogkrong-nongkrong untuk sekedar merokok, ngobrol. Secara umum mereka akan mencari tempat-tempat yang teduh, mudah memesan kopi atau makanan lainnya. Yang perlu diketahui oleh kita adalah dimanakah mahasiswa tersebut biasa berkumpul; disaat menunggu jam pelajaran masuk, disaat pulang dan disaat santai-santai.
  5. Kondisi Gerakan Mahasiswa. Perlu juga kita mengetahui apakah tingkat berorganisasi dikampus tersebut cukup tinggi atau tidak. Selain meng-investigasi, ada organisasi apa saja dalam kampus tersebut, kita juga perlu mengetahui keadaan khusus tiap lembaga kemahasiswaaan (LK) di kampus tersebut kegiatan apa saja yang biasa di lakukannya. Memang secara umum LK sudah mandul sejak dikeluarkannya peratruran tentang NKK/BKK pada tahun 1978-an, meskipun demikian kita perlu mengetahui keefektifan LK yang selalu dibayar oleh mahasiswa tiap semester dan uangnya di kemanakan?
Organisasi Mahasiwa yang tidak termasuk dalam Lembaga Kampus pun wajib kita ketahui karena dengan demikian akan mempermudah bagi kita untuk melakukan pengorganisisasian dan perjuangan massa di kampus. Organisasi mana yang paling banyak anggotanya lalu bandingkan dengan massa mahasiswa yang tidak terorganisir, biasanya ditiap kampus apalagi sejak 1998 selalu ada organisasi lokal yang lebih eksis dari organisasi tingkat nasional. Upaya ini dilakukan agar kita bisa menentukan sasaran front untuk mendukung perjuangan massa.
Tahapan menjalankan ISAK.
Secara prinsip pekerjaan ISAK adalah pekerjaan kolektif bukan pekerjaan individu dalam kerja massa. Dikerjakan secara kolektif agar memberikan syarat-syarat persatuan ide dan praktek diantara kawan untuk menghindarkan dari subjektivisme perseorangan. Secara praktek bekerja team akan lebih memberikan peluang lebih besar dalam menjangkau satu wilayah kerja yang sudah kita tentukan. ISAK dijalankan oleh organisasi sebagai upaya untuk membangkitkan, mengorganisasikan dan menggerakan massa. Dijalankan tidak terbatas oleh waktu, sehari atau dua hari, tapi merupakan pekerjaan reguler dengan ketelatenan, kesabaran, kerajinan dan jujur atas data yang diperoleh dari massa sebagai sumber sejatinya data. Bukan merupakan pekerjaan serabutan, tidak terencana, diluar perhitungan dan mencoba-coba. Oleh karena disampaikan dulu tahapan-tahapan yang ada dalam proses investigasi sosial, diantaranya :
  1. Membentuk team investigasi sosial minimal paling sedikit 3 orang, disesuaikan dengan wilayah yang akan di ISAK, apakah untuk satu wilayah jurusan, fakultas, ataukah Kampus. Dalam membentuk tim (komite) ISAK, libatkan orang yang sudah menjadi anggota jangan dimonopoli oleh pimpinan agar tiap anggota terlatih dalam kerja massa. Jika belum ada anggota Kader Rakyat, maka bisa membangun team bersama kontak massa yang sudah dipropaganda dan sepakat dengan aktivitas pengumpulan data ini.
  2. Adakan rapat persiapan untuk membuat perencanaan tentang investigasi sosial, mulai dari wilayah mana saja yang akan diselidiki?, apa saja yang mau dicari datanya?, bagaimana caranya mencari data tersebut?, selanjutnya pembagian tugas dan penjadwalan pekerjaan. Pastikan semua anggota tim memahami sejelas-jelasnya tentang perencanaan yang dibuat. Perencanaan itu sangat penting karena selain memudahkan untuk mengevaluasi juga memudahkan kerja. Keuntungan lain dari perencanaan adalah focusing kerja, supaya tidak semua hal dilakukan dan semua hal dikerjakan yang pada akhirnya menyebabkan tidak selesai sesuai dengan perencanaan sebelumnya. Lebih parah lagi jika kemudian muncul pandangan semua hal sudah dikeluarkan tapi hasilnya nihil, bisa berakibat pada frustasi dalam bekerja.
  3. Laksanakan investigasi sosial sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat, baik mengenai apa saja yang mau dicari dan pembagian peran. Jangan lupa selalu membuat catatan-catatan yang rapi dan jelas tentang hasil investigasi sosial. Mencatat itu penting terutama tentang catatan temuan harian dari anggota team. Meluangkan waktu setiap hari untuk merangkum pengalaman praktek harian yang selanjutnya di notulensikan secara rapi. Jangan pernah menganggap sepele tentang pekerjaan kecil ini, secara filosofis menulis itu penting, jika mengandalkan ingatan maka itu akan sangat lemah, karena manusia punya keterbaasan di tengah rutinitas harian. Dengan adanya tulisan akan memudahkan kita melakukan penyimpulan komprehensif atas pekerjaan ISAK.
  4. Setelah semua yang dicari dalam investigasi sosial tersebut sudah didapatkan sesuai dengan perencanaan, maka melanjutkan melakukan rapat tim untuk mendiskusikan hasil-hasil penyelidikan sosial. Melakukan diskusi untuk mensitematisasikan data, menilai data temuan, melakukan analisa klas dengan menhubungkan data temuan khusus dengan situasi umum massa, mengambil kesimpulan-kesimpulan diskusi, dan menuliskannya dalam bentuk data kuantitatif dibarengi dengan naratif analisa secara sistematis dan rapi.
  5. Hasil ISAK yang sudah dituliskan akan menjadi panduan dalam menentukan bahan pekerjaan politik (propaganda, pendidikan massa, kampanye massa, melakukan pengorganisasian, dan perluasan dalam wilayah kerja yang sudah ditentukan. Sebagai praktek konkrit perwujudan hasil ISAK dalam program oranisasi.
  6. Adakan rapat evaluasi untuk menilai sejauh mana kemajuan yang sudah dihasilkan dalam proses investigasi sosial?, kendala-kendala yang dihadapi di lapangan? dan bagaimana memecahkan persoalan tersebut?. Evaluasi bukan pekerjaan terpisah dari pekerjaan sebelumnya, evaluasi tetap integral dengan apa-apa yang telah kita laksanakan sebelumnya. Forum evaluasi adalah forum untuk menilai sejauh mana pekerjaan yang telah kita lakukan dan yang paling penting adalah meng-evaluasi pekerjaannya bukan individunya.
Metode Menjalankan ISAK
Setelah mengetahui tahapan-tahapan yang dilakukan dalam proses Penyelidikan Sosial dan Analisa Klas, maka kita sekarang dapat berbicara tentang metode yang dapat dipakai dalam prakteknya. Secara umum metode bisa disesuaikan dengan seberapa besar jangkauan wilayah. tenaga yang tersedia dan tingkat kesanggupan kita. Prinsipnya metode selalu berkembang sesuai dengan kebutuhan kerja massa kita. Beberapa metode yang dapat dipakai adalah sebagai berikut :
  1. Interview (Tanya jawab). Melakukan tanya jawab langsung dengan massa. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara langsung kepada massa melalui obrolan. Massa akan lebih mudah mengungkapkan berbagai hal soal kampus jika propaganda kita menyentuh hak-hak sosial ekonominya di kampus.
  2. Melakukan pengamatan secara langsung. terhadap situasi atau keadaan yang hendak dicari tahu, dan kemudian membuat catatan-catatan atas pengamatan yang dilakukan. Misalnya kita mengamati dinamika mahasiswa dengan beragam aktivitas di kampus, mengamati kondisi fasilitas kampus (WC, Kantin, Mading kampus, ruang kampus, Laboratorium, dan sarana prasarana lain).
  3. Mengadakan kegiatan luas dan terbuka. Kegiatan ini bisa berupa diskusi public, seminar, pendidikan massa, panggung budaya, pameran, pelatihan-pelatihan, bedah buku, games olah raga, nonton bareng, bhakti sosial, observasi alam, rekreasi budaya, perayaan ulang tahun, dll. Prinsipnya kita berupaya untuk mengajak massa secara luas dan dari acara tersebut kita mencatat penemuan-penemuan baru ketika berpropaganda kepada massa yang ambil bagian dalam kegiatan.
  4. Membuat Polling. Membuat ajuan pertanyaan seputar data yang akan kita peroleh. Pertanyaan diharapkan sederhana agar mudah dimengerti oleh massa. Bentuk polling juga disarankan dibuat semenarik mungkin untuk menarik simpati massa.
  5. Kolekting data. Melakukan pengumpulan data-data dari media massa, baik elektronik maupun cetak. Selain itu juga bisa memanfaatkan media online yang sudah disiapkan oleh kampus. Dengan perkembangan akses informasi akan lebih memberikan kemudahan bagi kita untuk mengumpulkan data-data yang menunjang proses penilaian dan penyimpulan hasil investigasi.
Menilai dan Menyimpulkan hasil ISAK.
Setelah melakukan proses investigasi pekerjaan selanjutnya adalah menilai dan menyimpulkan hasil investigasi. Proses penilaian dilakukan dengan mengumpulkan semua data temuan yang masih bersifat acak. Langkah-langkah melakukan penilaian dan penyimpulan data diantaranya :
  1. Melakukan pertemuan rutin team yang diagendakan secara harian. Untuk mengupdate pekerjaan harian agar dapat mengetahui perkembangan dari team, data yang diperoleh, menentukan metode selanjutnya dan cepat memecahkan kendala-kendala yang dihadapi oleh team sewaktu praktek.
  2. Menyediakan pertemuan khusus untuk melakukan penilaian dan penyimpulan secara umum. Pertemuan ini dihadiri oleh team ISAK dan anggota Kader Rakyat  lainnya. Team ISAK akan mempresentasikan data-data temuannya untuk mendapatkan tanggapan dari semua peserta rapat. Tanggapan-tanggapan yang ada akan menjadi masukan dalam melakukan penyimpulan umum temuan atas kondisi massa. Tentu saja pendiskusiannya dikaitkan situasi khusus dari massa dengan situasi keumuman massa di Indonesia dibawah penindasan imperialisme dan rezim boneka didalam negeri. Menuliskan penyimpulan hasil diskusi untuk mengetahui problem umum, setelah dilakukan penyimpulan problem-problem khusus massa di wilayah kerja yang sudah ditentukan.
  3. Untuk menunjang langkah ISAK selanjutnya, data yang sudah diperoleh bisa di inventarisasikan dengan rapi. Dipilah data-data yang bersifat kuantitatif dengan data yang analisis, serta menuliskan pengalaman praktek invetigasi, metode-metode yang dijalankan, kendala yang dihadapi dan upaya apa saja yang dilakukan untuk memecahkan kebuntuhan dalam praktek.
Setelah menilai dan menyimpulkan, ditemukanlah persoalan-persoalan massa, nah tugas selanjutnya adalah secara aktif melakukan perubahan untuk kepentingan massa. Merumuskan program perjuangan massa, mengadakan kegiatan untuk membangkitkan massa, dan merumuskan strategi dan taktik dalam melakukan perjuangan massa.
Alur ISAK
1.       Arti Penting dan Prinsip ISAK dalam Kerja Massa
2.        Menentukan Dasar Wilayah ISAK
3.       Hal-hal yang Penting untuk di ISAK
4.       Tahapan menjalankan ISAK.
5.       Metode Menjalankan ISAK
6.       Menilai dan Menyimpulkan hasil ISAK
Prinsip-Prinsip Dasar ISAK
1.       Analisis kongkret atas situasi kongkret
  1. Tidak ada hak bicara tanpa investigasi
  2. Dikerjakan secara bertahap, dan terus disimpulkan pekerjaan ISAK nya secara continue.
  3. Ini merupakan kerja yang terus menerus dan kerja serial yang panjang.
  4. Pekerjaan kolektif bukan pekerjaan individu dalam kerja massa
  5. Bagaimana kita diterima oleh Massa.
  6. Mencatat itu penting
  7. Metode selalu berkembang sesuai dengan kebutuhan kerja massa kita 
  8. Meng-evaluasi pekerjaannya bukan individunya.

    Di Ulas Oleh FRZ

Author Profile

Redaksi Ngemper
Ngemper adalah situs tempat anda berbagi opini dan cerita, kami membebaskan dengan nalar senakal apapun, secabul apapun dan se mesum apapun, ruang ini lah tempat kalian, jangan lupa ngopi dan bahagia !
Bagikan Dengan Cinta !
Uncategorized
×
Hallo Ngemperian !
Ada yang bisa kami bantu ?