Aksi ALIANSI MAHASISWA UMPAR Memperingati HSP di Depan Kampus

EMPERAN KAMPUS, UMPAR Parepare – Memaknai sumpah pemuda 28 Oktober 1928 bisa dengan berbagai macam hal, termasuk dengan aksi demonstrasi guna melekatkan kembali identitas pemuda sebagai garda terdepan bangsa yang demokratis, kritis dengan gagasa-gagasan yang cemerlang demi membangun bangsa kedepan.

Sama halnya yang dilakukan puluhan mahasiswa UMPAR siang tadi (28 Oktober 2017), aksi yang mengatasnamakan ALIANSI MAHASISWA UMPAR adalah salah-satu bentuk dalam memaknai hari sumpah pemuda yang diharapkan kemudian mampu memantik semangat berkebangsaan guna menjejaki hari-hari esok dijaman millennial ini.
Aksi yang dilakukan di depan kampus ini melibatkan massa aksi sekitar 50 an orang/mahasiswa dari berbagai fakultas/jurusan. Aksi berlangsung  dari pukul 09.00 WITA, walaupun dijaga oleh (kurang lebih) 20 personil kepolisian namun setelah melakukan orasi-orasi dari peserta aksi, aksi pun berakhir dengan damai tepat pukul 01.00 WITA.
Banyak hal yang seharusnya menjadi titik analisa agar mampu menempatkan satu persoalan pokok demi menapaki hari esok sebagai garda terdepan bangsa, dan dengan gelar kaum mudayang diemban tentunya. Seperti yang disampaikan via telephone oleh salah-satu penggerak aksi Warman (Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris UMPAR) “Melihat penomena yang terjadi sampai hari ini,seharusnya di kaum pemuda mesti memikirkan bagimna nasib negeri ini ke depan,tapi nyatanya banyak pemuda yang kemudian melakukan pekerjaan yang negatif seperti narkoba,obat-obatan serta minuman keras,hal itu semua karna pihak birokrasi kita tidak mempersiapkan lahan pekerjaan bagi pemuda untuk kemudian menjadi wadah mereka”.
Berikut pernyataan sikap Aksi ALIANSI MAHASISWA UMPAR dalam memperingati dan memaknai Hari Sumpah Pemuda :

PERNYATAAN SIKAP
ALIANSI MAHASISWA UMPAR
HARI SUMPAH PEMUDA 2017
HIDUP MAHASISWA!!!
Pemuda selalu menjadi garda terdepan dalam menjemput problematika sosial dan keummatan bangsa ini. Dalam sejarahnya, pemuda selalu menjadi embrio-embrio gerakan, baik mengkritisi kebijakan birokrasi yang dianggap menyimpang, menjadi penyambung lidah elit penguasa dan kaum bawah, maupun gerkan-gerakan kreatifitas dalam upaya membangun bangsa
Sumpah pemuda yang dalam semangat awalnya meruapakan upaya dan inisiasi suci dari pemuda-pemudi dari berbagai belahan nusantara yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama dan kecendrungan. Yang menamakan dirinya jong sumatera, jong borneo, jong celebes dan lain-lain berkumpul dan bersatu membenturkan ide dan gagasan sehingga terciptalah peristiwa bersejarah yang kita namakan SUMPAH PEMUDA.
28 Oktober tepat pada hari ini ditengah terik matahari yang menyengat seluruh tubuh tapi tak mampu menyegat semangat dan keinginan kami untuk tetap berdiri, berkumpul dan bersuara, sebagai bentuk menghindari kesia-siaan hidup sebagai pemuda, sebagai bentuk menolak apatis dan diam ditengah gelombang arus kejenuhan akibat berbagai hal dan sebagai upaya mempertontonkan dengan gamblang bahwa eksistensi pemuda Indonesia khususnya Kota Parepare masih ada.
28 oktober 1928 silam merupakan cerminan bagi kami untuk tetap menjaga ruh kepemudaan walau dengan keadaan apapun, dengan kuantitas berapapun dan dengan tendensi apapun tidak menciutkan kobaran api semangat juang kami, karena kami pekatnya debu jalanan dan panasnya terik matahari tidak lebih menatang dibanding perjuangan para pendahulu kami 1928 silam
Ditengah generasi milenial yang mengikis nalar kritis dan ditengah bungkamnya mayoritas pemuda yang diakibatkan oleh berbagai hal, kami dari ALIANSI MAHASISWA UMPAR MENYERUKAN dengan keras kepada seluruh yang masih sadar bahwa dirinya adalah pemuda/pemudi untuk selalu menjadi motor gerakan sosial dimanapun, menjadi garda terdepan menjemput dan menganalisa segala bentuk kebijakan pemerintah baik nasional maupun regional, kami dari ALIANSI MAHASISWA UMPAR MENYERUKAN kepada seluruh kaum muda untuk tidak tinggal diam dan menutup telinga terhdap permasalahn bangsa dan sekali lagi kami dari ALIANSI MAHASISWA UMPAR lantang MEYUARaKAN kepada seluruh pemuda untuk selalu KREATIF dan INOVATIF dalam berbagai hal sebagai bentuk kontribusi positif terhadap kemajuan bangsa……
Kami bukan Soekarno yang mendirikan bangsa, kami juga bukan Tan Malaka yang mengkonsep negara dan kami memang  bukan Soe Hok Gie yang lantang bersuara mengkritik pemerintah, TAPI kami punya ruh semangat mereka, TAPI kami mencoba menghidupkan pemikiran mereka untuk tetap menjaga semangat kepemudaan yang selalu diserang rezim dan dirongrong zaman….
PEMUDA MENOLAK BUNGKAM
ABADI RESISTENSI
SLAM PERJUANGAN
HIDUP MAHASISWA, JAYA PEMUDA!!!

Astrialu Kasirang

Bagikan Dengan Cinta !
Uncategorized
×
Hallo Ngemperian !
Ada yang bisa kami bantu ?