Laut punya semua jawabannya
aku tak bisa berenang
Kau takut air

Kita penasaran setengah mati
lalu nekat menceburkan diri
sayangnya waktu itu langit sedang begitu kelabu dan laut menolak bisu
dengan bergandeng tangan kita melompat bersamaan
seketika tubuhmu dan tubuhku dipontang-pantingkan ombak

di menit pertama
kita berusaha mati-matian sekuat tenaga untuk tetap mengapung
tak berhasil
kita masih tenggelam dipontang-pantingkan ombak
semakin bergerak, semakin berusaha, kita semakin tertarik menuju ke dasar

di menit kedua
kita akhirnya memasrahkan diri menuju dasar palung terdalam
tanpa gerak, tanpa kata, tanpa aba-aba
kita lepaskan semuanya
kita biarkan ganas ombak laut melakukan apapun yang mereka mau
tubuh kita dihempas kesana-kemari
lalu semakin tenggelam dan entah kita sudah dimana lagi

di menit ketiga
Kita mencoba membuka mata
Kite terheran-heran
Kita terbangun dipantai dengan langit yang biru; tak lagi kelabu
Kita masih saling menggenggam erat tangan satu sama lain
tanpa kata aku menatap matamu, kau menatap mataku dalam


Akhirnya kita sadar jawaban yang kita cari bukan ada pada dalamnya laut
jawabannya ada pada sesuatu yang kita belum beri nama
kita juga tak tau orang-orang menyebutnya apa
laut hanya mengantarkan kita kesana; itu dekat


Kiki Rezki Ananda

Bagikan Dengan Cinta !
BACA !  Kolom Puisi : Tak Ada Camar di Tanjung Bayang
Kolom Puisi
×
Hallo Ngemperian !
Ada yang bisa kami bantu ?