Jejak Jendela

‘Kami tidak kekurangan orang-orang yang cerdas, tapi kami kekurangan orang-orang yang peduli’. Demikianlah motto kerja dari pegiat komunitas Jejak Jendela.  Komunitas yang bergerak di bidang sosial, pendidkan dan literasi ini masih sangat hijau dan sekarang sudah beranggotakan dua puluh satu orang. Di awal terbentuknya, komunitas ini dirintis oleh lima orang pada Juma’at, 15 Desember 2017. Mereka menghabiskan waktu nongkrong di warung kopi termahsyur di kalangan mahasiswa dekat dari kampusnya. Secara tidak sengaja, mereka berlima memiliki hobi yang sama dan cita-cita dalam mengembangkan negeri dengan melirik masyarakat pinggiran atau yang membutuhkan layanan pendidikan yang mereka impikan. Begitupun dengan bantuan immoril pada mereka.

Gerakan literasi yang memotivasi masing-masing setiap ummat komunitas, karena adanya hasil dari bacaanbacaan buku, diskusi, beberapa link dan pengamatan sosial sekitar, sehingga menemukan  gejala-gejala baik dalam dunia pendidikan, sosial dan lainlain. Menemukan solusinya dan itulah yang kami realisasikan dalam setiap daerah yang di kunjungi. Begitulah dalam komunitas ini bukan hanya bergelut di dunia voluntir akan tetapi literasi juga termasuk dalam setiap aktivitas.

Komunitas ini terwujudkan oleh karenanya melihat realita kacamata kami bersama bagaimana keadaan menikmati penddikan hanyalah mayoritas kaumkaum berada, berbagai fasilitas sekolah yang mumpuni, perpustakaan, ruang kelas, lab, pakaian, dan lainlain. Akses jalan yang mumpuni, kenderaan darat yakni kebanyakan personal siswa memilikinya begitupun stafnya disetiap sekolah. Namun sebaliknnya demikian ketika dalam lubuk sanubari dalam hati kita bersama mempertanyakan, bagimana dengan kondisi lingkungan pendidikan di daerahdaerah yang jauh dari pemukiman kota, apakah fasilitas dan aksesnya sama? Tentu tidak. Semisal pemerintah memberikan sarana fasilitas di sekolah mereka akan tetapi untuk merealisasikan oleh siswanya tidak tau bahkan staff nya pun demikian. Oleh karenanya, pemerintah tidak memberikan pelatihan hanya membagikannya saja. Hal demikian itulah yang kami saksikan dalam sudut pandang kami bersama.

Salah satu alasan terbesar komunitas ini di munculkan ialah untuk menanggulangi hal demikian. Kami ingin memberikan hal apa yang dirasakan oleh para pelajar di perkotaan sama halnya dengan yang ada di daerah sebaliknya, ini tergantung dari hasil observasi sebelum berkegiatan di setiap daerah, hal apa yang perlu di tanggulangi. Salah dua alasanya juga ialah ketika kami melangkahkan kaki ke pelosok desa untuk mencari pengalaman dan mencoba keluar dari zona nyaman kami, dan ternyata di zaman serba  praktis ini, masih banyak anak-anak yang belum merasakan keindahan modernisasi itu, dan kami mencoba menginspirasi mereka agar tetap melangkah walau banyak keterbatasan baik itu dari segi finansial maupun fisik mereka, dan ketika kami melihat senyum yang dulunya suram menjadi senyum yang bahagia disitulah air mata mau menetes. Kami tidak pernah memposiskkan diri kami yang menyelamatkan mereka akan tetapi sebaliknya justru karena merekalah yang menyelamatkan, memotivasi untuk para kami untuk berkarya lagi.

Kontak : Dalvo 085342030281

Bagikan Dengan Cinta !
×
Hallo Ngemperian !
Ada yang bisa kami bantu ?