Sahabat Pesisir

“Sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi manusia lainnya”, Hal demikianlah yang kemudian kami yakini dan teguhkan dalam hati saat bermula merencanakan mendirikan sebuah wadah bagi anak-anak dan pemuda di kampung kami, tepatnya di daerah pesisir Lapakaka Kab. Barru.

Komunitas Sahabat Pesisir, adalah salah-satu jawaban serta tantangan baru di era digital. Kami percaya bahwasanya lingan adalah salah-satu yang mampu mempengaruhi seseorang, dari pola pikir hingga perbuatan. Menginisiasi dan turut membangun sebuah wadah ternyata bukanlah hal mudah, banyak hal yang harus dipersiapkan dan melibatkan semua unsure dan elemen. Sahabat Pesisir juga demikian, gerakan yang awalnya dipelopori oleh beberapa pemuda, mampu mempengaruhi warga sekitar untuk turut berkontribusi.

“Membaca adalah proses memperkaya referensi, juga menjadi proses dari tahu dan tidak tahu”  salah-satu yang menjadi alasan mengapa Sahabat Pesisir ada. Tidak hanya menyediakan buku-buku untuk anak-anak jadikan bahan bacaan, tetapi kami juga mencoba mengahdirkan pertemuan rutin, entah diisi dengan belajar-mengajar, atau hanya sekedar bercerita bersama anak-anak di sekitar Pesisir Lapakaka.

Selain terlibat didalam kerja-kerja yang sudah menjadi program teman-teman Sahabat Pesisir, kami juga berusaha menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam, dengan rutin mengadakan bakti sosial di sekitar kampung, dari membersihkan parit, sampai menyisir sampah-sampah di sepanjang pantai pesisir Lapakaka.

Sahabat Pesisir terbentuk tanggal 22 April 2017. Kata “sahabat” bagi kami adalah relasi manusia dengan manusia lainnya yang harusnya tetap erat, dan tidak terputus, bukan hanya 1 individu dengan individu lainnya, tetapi (bahkan) dalam sebuah kelompok masyarakat. Karena kami tinggal di daerah pesisir, dan dekat dengan kehidupan nelayan, hal itulah kemudian mengapa kami sematkan juga kata “Pesisir”.

Kegiatan reguler yang menjadi tugas pokok teman-teman di Komunitas Sahabat Pesisir ialah dengan menghadirkan pertemuan rutin setiap hari Rabu dan Sabtu, dengan isian belajar mengajar. Selain itu, kegiatan-kegiatan kesenian, selanjutnya di setiap minggu pagi membersihkan pantai dan sekitar lingkungan pesisir. Melibatkan pemuda dan orang tua. Tidak hanya aktif di lingkungan sendiri, kami juga beberapa kali menggelar lapakan baca tepatnya di tanggul pesisir dan di Lapangan Andi Makkkasau.

Anak-anak yang sering hadir sekitar 15 an orang, walaupun masih dihadiri oleh mayoritas anak-anak SD, tetapi kami tetap mencoba bagaimana mengahdirkan ruang bagi anak-anak SMP hingga SMA, dan mencoba berusaha menghilangkan enggannya anak-anak SMA bergaul dengan adik-adiknya yang masih duduk di bangku SD.

Kedepan akan Sahabat Pesisir akan terlibat dalam mengsuksesi pagelaran momentuman 17 Agustus selain tetap fokus terhadap program kerja yang sudah ditetapkan teman-teman sebelumnya, seperti membuayakan kembali permainan jadul atau anak zaman old, sebagaimana kekinian. Dari permainan senjata-senjata bambu, permainan karet, dan permainan balapan ban bekas.

Kami berharap berbagai elemen turut membantu dalam pengembangan Sahabat Pesisir, terlebih kepada pemerinta desa sampai pada Kabupaten. Apalagi Rumah Singgah Sahabat Pesisir berada di lahan orang lain dan segera harus pindah. Juga kepada teman-teman mahasiswa dan komunitas lainnya agar kedepan bisa terlibat membantu mengajar atau hanya sekedar datang berbincang dan bercerita dengan Sahabat Pesisir.

Sahabat Pesisir didirikan oleh pemuda-pemuda sekitar pesisir Lapakaka, diantaranya Hasbi, Nasrum (Allunk) Adam Malik, dll.

Kontak

Wa : 085299934605
Weblog : sahabatpesisirlapakaka.blogspot.com
Intagram : @komunitas_sahabatpesisir

Bagikan Dengan Cinta !
×
Hallo Ngemperian !
Ada yang bisa kami bantu ?