Trotoar Akustik

Trotoar Akustik merupakan sebuah group musik yang bergenre Balada dan musik-musik jalanan serta musik tradisional. Trotoar Akustik memiliki dua anggota tetap, yaitu Syarifuddin (Bang Ojal) dan Ismail M. Seng (Bang Mail). Namun di setiap penampilannya Trotoar Akustik juga membuka atau menerima setiap orang yang ingin ikut tampil bersama, Trotoar Akustik mencoba membuka ruang bagi siapa pun individu atau kelompok, apakah hanya sebatas bincang ringan di warung kopi atau pun berkolaborasi dalam kreasi.

Trotoar Akustik terbentuk pada tahun 2015, terbentuknya Trotoar Akustik sebenarnya tidak direncanakan, Trotoar Akustik ada karena mengalir begitu saja. Kata “Trotoar” berarti jalan, harapannya dimana kami berada, satu pesan selalu tersampaikan “Berada dibawah tetapi juga bisa berguna bagi orang lain melalui karya”.

Trotoar Akustik sering mengisi panggung di Pales Teduh Café yang beralamat di Jl. Bambu Runcing, Parepare, Sulawesi Selatan. Bukan hanya di situ saja, Trotoar Akustik juga biasa tampil di kegiatan-kegiatan Sosial dan jika ada undangan pun mereka juga akan tampil. Pales Teduh bukan hanya sebagai panggung bagi Trotoar Akustik, namun Pales Teduh juga merupakan tempat latihan  bagi Trotoar Akustik, selain di Pales Teduh mereka juga sering latihan di kediaman Bang Mail (Ismail) di Jalan Jendral Sudirman, kota Parepare Sulawesi Selatan. Tapi Basecamp Trotoar Akustik sendiri berada di kediaman Bang Ojal di Jalan Keterampilan.

Melalui Karya, Trotoar Akustik mencoba berbicara soal pesan moral, soal kehidupan, sosial bahkan lingkungan hidup. Tersampaikannya pesan disetiap karya Trotoar Akustik adalah yang utama, bahkan tidak sebanding dengan nilai honor disetiap kesempatan mengisi acara tertentu. Sama halnya dengan tepuk tangan penonton yang tidaklah berisi jika pesan dari karya kami tidaklah tersampaikan.

Beberapa lagu yang sudah Trotoar Akustik cipta dengan cinta, diantaranya Keseimbangan , Kita Satu, Balada Pelaut dan masih banyak lagu dan karya lainnya. Lagu yang berjudul Balada Pelaut Trotoar Akustik terinspirasi oleh nelayan-nelayan kecil, dimana para nelayan itu masih bisa bersyukur dengan apa yang mereka hasilkan setelah menantang maut di lautan.

Melihat perkembangan musik hari ini, Trotoar Akustik memiliki pandangan tersendiri “berbicara musik hari ini, tidak lebih dari pembicaraan pasar, dimana yang trend kemudian menjadi fashion, pemusik seolah tidak mampu menjadi dirinya sendiri, dan lebih memilih mengekor kepada orang lain, hanya karena persoalan lagi trendy” Tapi walau demikian, selera music adalah hak dari setiap penikmat.

Terakhir, harapan Trotoar Akustik kedepannya senantiasa Musik Balada terus Terjaga, dan mampu mengisi list musik di smartphone semua kalangan, tidak hanya itu, Trotoar Akustik akan terus mencoba mengenalkan kembali alat-alat musik tradisional kepada masyarakat, terkhusus generasi muda, atau yang istilah kekiniannya, Millenial.

Kontak

Instagram : @trotoarakustik
Phone : 081252269717

Bagikan Dengan Cinta !
×
Hallo Ngemperian !
Ada yang bisa kami bantu ?