Tanya Mamah Novi : Hukum Donor darah Saat Puasa ?

Pertanyaan :

Dari Saudara Anto : Bagaimana hukum Donor darah saat sedang menjalankan Puasa ?

Tanggapan mamah Novi :

Pada saat bulan puasa, banyak orang mempertanyakan boleh atau tidaknya melakukan donor darah. Banyak orang yang enggan untuk melakukan donor darah saat puasa karena khawatir akan membatalkan puasanya. Pada tahun 2000, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan fatwa terkait pelaksanaan donor darah kala menjalankan ibadah puasa. Poin-poin penting terkait hukum donor darah saat menjalankan ibadah puasa yang dimuat oleh Fatwa MUI, yakni:

  1. Umat Islam wajib membantu sesama yang membutuhkan, termasuk mendonorkan darah.
  2. Menganjurkan umat Islam untuk berlomba melakukan donor darah karena merupakan bentuk tindakan peduli sesama dan menyehatkan.
  3. Donor darah saat puasa ialah tidak membatalkan puasa, melainkan menambah amal saleh.
  4. Apabila proses donor darah membuat pendonor harus makan dan minum, maka donor darah tersebut baru tidak dibenarkan.

Fatwa MUI tentu memperkuat keinginan banyak pendonor untuk melaksanakan kegiatan donor darah kala menjalankan ibadah puasa. Tetapi, pendonor harus tetap mementingkan keadaan kesehatan dirinya. Jika ia merasa lemas, donor darah baiknya dilakukan setelah berbuka puasa. Adapun sebelum donor darah, Unit Donor Darah di berbagai daerah akan melakukan pengecekan guna menjamin kesehatan pendonor yang tengah berpuasa. Pengecekan dilakukan terhadap kadar hemoglobin, tekanan darah, dan kebiasaan pendonor. Jika pendonor tidak memenuhi kualifikasi tersebut, maka Unit Donor Darah akan melarang keras pendonor untuk melakukan donor. Pengecekan terhadap kebiasaan pendonor, meliputi:

  1. Kecukupan makan sahur dan berbuka,
  2. Memiliki waktu tidur yang cukup, dan
  3. Cukup minum saat makan sahur dan berbuka.

Adapun mengambil darah yang banyak dari orang yang puasa, seperti didonorkan kepada orang yang membutuhkan sehingga perlu mengambil banyak darah seperti bekam, maka hal itu membatalkan puasanya.

BACA !  Citra Politik Yang Bengkok

Dengan demikian jika puasa itu hukumnya wajib, maka tidak diperkenankan bagi seseorang untuk mendonorkan darahnya kepada seseorang ketika dia berpuasa wajib, kecuali jika orang yang akan didonori itu benar-benar membutuhkan dan dalam keadaan kritis, yang tidak mungkin untuk ditunda donornya hingga matahari tenggelam, dan dokter menyatakan bahwa darah orang yang berpuasa ini bermanfaat untuk menghilangkan bahayanya.

Dalam keadaan seperti ini, boleh baginya mendonorkan darahnya, membatalkan puasanya, makan dan minum hingga kekuatannya kembali dan dia harus meng-qadha’-ya di lain hari. Wallahu a’lam.

Sumber:
Keputusan Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta tentang Hukum Donor Darah bagi Orang yang sedang Berpuasa http://donordarah.info/hukum-donor-darah-saat-menjalankan-ibadah-puasa/
https://konsultasisyariah.com

Author Profile

Idam Bhaskara
Idam Bhaskara
"manusia yang baik adalah manusia yang bertujuan memanusiakan dan memerdekakan diri dan manusia lainnya"
Saya lahir di Polewali, tepatnya di Kanang, Desa Batetangnga pada bulan oktober 1995. Selain menjadi bagian dari orang-orang yang ada dibalik layar Ngemper.com, saya juga aktif menulis di blog pribadi dan situs-situs lainnya. Kini melanjutkan studi di Ibu Kota, di salah-satu Universitas swasta dengan mengambil konsentrasi Hukum Pidana.

Instagram : @frasanalar I Email : fazlulrachmanzain@gmail.com
Bagikan Dengan Cinta !
Mamah Novi, Terbaru
×
Hallo Ngemperian !
Ada yang bisa kami bantu ?